Showing posts with label My Emotion. Show all posts
Showing posts with label My Emotion. Show all posts

Sunday, January 8, 2012

Geng Enam Part 2

2 tahun awal persahabatan kami semua berjalan biasa saja tanpa ada masalah yang berarti, walaupun kami semua sama-sama tau bahwa anak dikelas kami gak terlalu suka dengan geng kami, entah karena mereka sebenernya mau berteman dengan kami juga tapi kami selalu berenam atau karena eneg aja ngeliat kami yang kalo lagi bareng-bareng itu selalu keliatan rame, bahagia dan ketawa-ketiwi tanpa peduli ada yang lain. Atau memang ada yang benar-benar merasa tersakiti dan berdoa agar geng ini bubar, who knows, but I know who she is..
Yeah..berbagai macam konflik sebenernya berasal dari dalam itu sendiri. Seperti yang udah gue blilang sebelumnya,  bahwa ada masalah antara gue, masudah dan dian. Semua berawal dari kedekatan kita masing-masing, gue sama inun, masu sama dian dan qoi sama deli. Seperti yang udah gue bilang juga bahwa walaupun gue deket sama inun tapi gue deket juga sama dian. Masu, bilang gue “licik” hal yang saat itu langsung bikin gue nangis. Masu ngerasa kenapa gue harus deket juga sama dian padahal gue udah deket sama inun?? Dan dian, heyyy merasa jadi orang yang ggue rebutinkah antara gue dan masu, dan elo? Apa yang udah lo perbuat dengan gue dan masu, diaaaan???nothing..bahkan sepertinya gue seperti ditusuk dari belakang juga sama elo, itu pikiran negative gue, atau sebenernya itu bener??whateverlah karena itu semua udah berlalu.. yaah apa sebenernya kedekatan kita mengusik kedekatan elo dengan masu, aneeeh beribu-ribu aneh kenapa dalam satu geng masih harus ada yang ngegeng juga???gue ngejauh akhirnya, kalo itu semua maunya masu, toh gue juga inget saat dian bilang ke gue, kalo dia ke gue engga bisa seperti dia ke dora, karena posisinya mungkin saat itu hanya dia dengan dora kalo kami ada berenam, tapi sumpah demi apapun gue gak pernah juga minta diistimewakan oleh siapapaun, inunkah, koikah atau malah dian, gak sekalipun..entah apa yang mendasari ucapan dian kala itu…

Geng Enam Part 1

Kami dinamakan geng enam, bukan kami yang memilih nama itu, mungkin kalo kami yang bikin nama gak akan sesimpel itu, mungkin akan lebih ribet, karena hidup kami berenam emang terlihat ribet, jeda pelajaran kuliah, entah itu jam berapa, kami selalu menyambangi triarga, manda atau warung makan yang lain, kalau ada uang lebih kami selalu ke mall, ngeceng lah belanja atau malah hanya nemenin koi dan dian yang hobbi belanja, gak termasuk gue yaa karena gue termasuk mahasiswi yang kere hehehe. Kalo kami datang kekelas, bangku kami kayanya keramat dan gak ada yang mo nempatin, enam kursi yang berjejer rapi didepan, tengah, dimanapun jumlahnya harus enam. Kami juga punya diary yang selalu kami tulis berenam setiap hari kaya di film AADC, haha dan anehnya tragedy hilangnya diary itu secara misterius ternyata adalah pertanda buruk (lebay.com)
awalnya kami dekat karena aku dan seorang cewek bernama dian, itu satu sekolah saat SMA, karena merasa seperjuangan dikimia, akhirnya kami kemana-mana selalu berdua, diikuti sama Ainun yang awalnya sekelompok atau gak taulah apa hubungannya atau ketemu dimana sama dian tapi akhirnya kami bertiga, diikuti deli dan setelah acara taaruf mipa bertambah kelompok kami jadi berenam dengan koi dan masudah.
Kami akhirnya berenam dengan kepribadian yang berbeda-beda. Yang unik tapi Alhamdulillah kami bisa nyambung walaupun harus selalu ada saling mengerti dan memahami. Yang pertama namanya Dian aprianti, anaknya putih, tinggi, cantik, orang padang, rame dan bawel banget, tapi care abis, buat gue dia gak hanya sekedar sahabat, tapi adalah kakak gue, apapun yang gue rasain pasti selalu gue certain apalagi gue sama dian punya kesempatan ngobrol lebih lama karena kita punya rumah yang searahdan selalu pulang bareng. Buat gue dia dewasa, apapun pendapat atau masukan dia pasti gue terima karena gue ngerasa cocok aja sama dia, entah kenapa gue juga merasa dia sayang sama gue, tulus, satu hal yang masih gue inget apa yang pernah dia bilang ke gue adalah uhibuki fillah yang artinya aku menyayangimu karena Allah, sebuah persahabatan yang Insya Allah dilandasi karena cinta kepada Allah itu kukira akan langgeng hingga akhirat nanti, tapi nanti akan gue ceritakan betapa tragisnya persahabatan itu harus berakhir..

Wednesday, November 2, 2011

If I ThinK Like EveryOne eLse ThinK???

God, aku berpikir seperti kebanyakan orang yang berpikir tapi kenapa rambutku lebih cepet rontok dibanding mereka.. God, apakah selain berpikir, khayalan juga bisa membuat rambut rontok atau suatu hari nanti -sebenernya tidak mau banget- kanker otak??ehmm..takut karena kepalaku sering sakit, tapi.. Aku memang ringkih.. 
God, dalam khayalan, aku bisa mendapatkan apa yang tidak aku dapatkan -kebanyakan- didunia nyata, apakah karena itu kurang rasa syukurku padaMu.. God, aku banyak sekali berpikir saat ini dan mungkin sudah terlambat, yaah aku berpikir tentang hidupku, orangtua, teman, penyakit, pekerjaan, God, aku meninggalkan mereka selama ini, saat aku datang dengan sepenuh jiwaku rasanya aku sangat jauh tertinggal oleh mereka God, aku merasa aneh, asing, dengan mereka dan diriku sendiri. 
Aku merasaa apa kebanyakan orang akan selalu atau pernah berpikir seperti aku berpikir tentang sesuatu, tentang ehmm mengapa aku sangat lemah dalam hal bersosialisasi dengan sesama, aku sangat sangat sulit beradaptasi dan hanya bisa mengutuki menghina dan berpikir, heey kok ada yaa orang kaya gue, dia..dia yang aku gak ngerti sebenernya siapa dia, diriku sendiri  atau siapa selalu ada menasehatiku untuk bisa seperti apa yang dia mau, ya yang dia mau atau yang harusnya seperti apa tampilan luarku tapi jiwaku lemah dan hanya bisa diam menunggu takdir tanpa mengubahnya.. 

Wednesday, October 12, 2011

Duaan Unikan

Ada dua anak manusia yang menurut gue menarik buat diceritain namanya bagus wibowo dan dimas f adriansyah, mereka murid privat gue, entah kenapa yaa kayanya mereka berdua tuh beda dari murid gue yang lain ya, apa karena ibu dimas atau tantenya bagus selalu nyeritain gimana personal kepribadian mereka berdua ya jadi kayanya gue agak sedikit mengenal mereka sebagai bagus dan dimas bukan sebagai murid privat gue semata. 
Awal ketemu mereka, ehmm beda banget tampangnya, yang satu putih cakep namanya bagus yang satu agak hitam tapi manis namanya dimas, sebagai guru yang profesional sebenernya gue emang agak -gak mo tau- urusan pribadinya mereka, makanyaa cara ngajar guepun agak kaku tegang daan bikin bete kali yaa-mengumpamakan diri gue jadi mereka dengan guru seperti gue- dalam hal pelajaran, bagus emang amat sangat ketinggalan kecepatan berpikirnya dibanding dimas, makanyaa gue agak lebih fokus sedikit kebagus, tapi -kelihatannya- selalu menyanjung dimas didepan bagus dan bikin dia bete.

Saturday, September 3, 2011

Waktu yang HiLan9



Terlalu sering berkhayal membuat gue ga sadar kalah gue udah 24 tahun
Terlalu lama sendiri membuat gue lupa kalau udah saatnya gue berbagi
Disaat gue belajar untuk mencoba jadi cewek mandiri dan mencoba untuk tidak akan pernah bergantung pada seorang lelaki sedikitpun, datanglah seseorang, tapi ternyata dia tidak cukup meyakinkan gue bahwa cinta itu ada, setelah itu gue terlena terlelap oleh mimpi dan keyakinan bahwa Allah pasti ngasih jodoh ke gue, ya sampai saat ini gue masih yakin Allah telah menuliskan jodoh buat gue, tapi…entah kapan…
Gue takut berharap karena gue takut kecewa, gue tau gue udah melewatkan banyak waktu yang sia-sia dalam hidup gue, gue cewek berumur 24 tahun yang pikirannya masih seperti anak umur 12 tahun dengan tampang ibu-ibu umur 42 tahun, im soo sooo phatehic!!!!!
Gak ada yang salah dalam hidup gue siapapun itu, yang salah hanya gue, kebodohan gue, terlalu melingkupi diri pada hal-hal yang dapat membatasi pemikiran.
Dan menyadari semua hal yang hilang atau belum gue raih dalam kehidupan gue ternyata membuat hati ini begitu sakit,